- By Admin
- Selasa, 02 April 2024
DP3AP2KB Gelar Rembuk Stunting 2024
Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) menggelar
Rembuk Stunting Tahun 2024, bertempat di Mahligai Bersujud, Selasa (2/4/2024).
Rembuk stunting ini merupakan komitmen Pemkab Tanbu dalam rangka menurunkan
stunting secara terintegrasi.
Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Tanbu, Ibu Erli Yuli Susanti S.H, M.H "Masih ada ibu hamil dan orang tua yang enggan ke
Posyandu sehingga menjadi salah satu faktor yang memperlambat penurunan angka
stunting di Bumi Bersujud" . Meskipun tingkat kehadiran ibu hamil di Posyandu sudah di
atas 80 persen, pihaknya tetap berusaha mencapai target 100 persen. "Bagi
warga yang enggan ke Posyandu, ini jadi tugas kawan-kawan di desa agar
menjemput mereka dan memberi edukasi manfaat Posyandu". Selain soal partisipasi, faktor pernikahan anak di bawah
umur juga menjadi penyebab lain stunting di Tanbu. Ia mengatakan, banyak anak
yang menikah di usia dini belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang
kesehatan dan pola asuh anak. Apalagi, kata Erli, mereka belum punya pekerjaan. hal ini dikatakan , usai Rembuk Stunting Tahun 2024 pada Selasa (2/4)
Tema rembuk stunting kali ini “Strategi Konvergensi
Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Tanah Bumbu”.
Bupati Zairullah Azhar dalam kegiatan tersebut menegaskan
komitmen penurunan stunting secara terintegrasi melalui pendekatan dan dukungan
lintas sektoral.
Zairullah Azhar mengungkapkan pentingnya penanganan
stunting. Perlu upaya dan keseriusan dalam penanganan terkait pola asuh,
sanitasi, air bersih, dan perbaikan gizi.
Menurutnya, ada banyak tantangan yang di hadapi dalam
penanganan stunting di daerah dan pelosok. Termasuk kesadaran masyarakat yang
masih kurang. Namun hal mendasar tersebut perlu segera teratasi guna menyiapkan
generasi emas mendatang.