Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tanah Bumbu, Hj Wahyu Windarti menyebutkan jumlah kasus stunting di Tanah Bumbu mengalami penurunan sebesar 2,6 persen ditahun 2022.
Hal diungkapkan dalam Rapat koordinasi TPPS Tahun 2023 yang dibuka secara resmi oleh Asisten Bidang kemasyarakatan dan SDM, Wisnu di Hotel Ebony Batulicin, Selasa (11/4/23) diikuti perwakilan Forkopimda,SKPD Pemkab Tanah Bumbu.
“Berdasarkan data SSGI (Survei Studi Gizi Indonesia) angka prevelensi stunting tahun 2021 yaitu 18,7% turun menjadi 16,1 ditahun 2022 atau sekitar 2,61 persen,”terang Hj Wahyu Windarti yang juga Ketua TP PKK Tanah Bumbu.
Target pemerintah secara nasional untuk menurunkan angka stunting tahun 2024 yaitu 14%.
Selain itu, jumlah keluarga resiko stunting juga mengalami penurunan sebesar 38,68 persen yakni pada tahun 2021 sebanyak 44.730 menjadi 12.569 di tahun 2022.
Pencapaian itu menurut Windarti merupakan prestasi bersama seluruh TPPS Tanah Bumbu. Untuk itu ia berharap langkah selanjutnya seluruh anggota TPPS segera menetapkan lokasi fokus (Lokus) prevalensi stunting 2024.
“Dan untuk sistem pelaporan dari Perangkat Daerah, saya berharap supaya disampaikan tepat waktu demi kelancaran pekerjaan percepatan penurunan stunting yang dilaksanakan secara holistik, integratif dan berkualitas yang mencakup intervensi spesifik dan intervensi sensitif yang dilakukan secara konvergen melalui kerjasama multisector,”tambahnya.
Untuk itu ia berharap TPPS juga melakukan langkah langkah pencegahan diantaranya pemenuhan gizi seimbang remaja putri,balita dan ibu menyusui,pemenuhan sarana air bersih,pemenuhan sanitasi jamban dan perubahan perilaku gaya hidup sehat.
Sementara itu,Bupati Tanah Bumbu, HM Zairullah Azhar dalam arahannya yang dibacakan Asisten Bidang kemasyarakatan dan SDM Setda, Wisnu wardana menyampaikan, stunting merupakan persoalan tumbuh kembang anak yang harus mendapatkan perhatian pemerintah. Sebab jika tidak maka akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia (SDM) kedepan.
“ Kami berharap melalui rakor TPPS ini akan menguatkan komitmen kita semua terutama TPPS untuk melakukan kooridnasi dan evaluasi menguatkan tim menekan kasus angka stunting untuk menghasilkan generasi muda di Bumi Bersujud yang sehat jasmani dan rohani,” pesannya.
Seperti diketahui, sesuai dengan strategi nasional dalam penanggulangan stunting telah ditetapkan 5 (lima) pilar pencegahan stunting yaitu komitmen dan visi kepemimpinan, kampanye nasional dan komunikasi perilaku, konvergensi koordinasi dan konsolidasi pusat dan daerah dan desa, ketahanan pangan dan gizi, pemantauan dan evaluasi.
Rapat koordinasi TPPS diikuti oleh Bappedalitbang,Dinas P2KBP3A, Dinas PMD, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kominfo dan Bagian Kesra Sekretariat Daerah.